Senin, 18 April 2011
Jajan Vs Bekal
“Bang, beli ini….bang, beli itu…” teriakan anak-anak saat pulang sekolah selalu memenuhi halaman luar sekolah yang dipenuhi oleh para pedagang jajanan anak. Siapa yang tidak tertarik dengan aneka jajanan di sekolah. Ada penjual es, somay, gorengan, manisan, dan masih banyak lagi berbagai jenis jajanan lainnya.
Padahal di media-media sudah banyak diungkapkan mengenai bahaya jajanan di sekolah. Seperti data yang saya kutip dari www.detik.com, dari pemantauan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Kementerian Pendidikan Nasional dan Institut Pertanian Bogor (IPB) terhadap 178.240 kantin sekolah, ditemukan hanya 0,9 persen kantin sehat.
Jajanan tidak sehat ini kebanyakan berasal dari industri rumah tangga, yang rata-rata tidak steril dalam pembuatannya. Bahkan untuk menarik minat anak, jajanan seringkali diberi bahan-bahan tambahan ke dalam makanan yang diolah (zat aditif) seperti zat pewarna, pemanis, pengawet dan penyedap rasa.
Berikut beberapa zat kimia berbahaya yang sering ditemukan pada jajanan anak sekolah:
1. Siklamat (pemanis buatan)
2. Sakarin (pemanis buatan)
3. Nitrosamin (aroma khas pada sosis, keju, kornet, ham dan dendeng)
4. MSG (penyedap rasa)
5. Rhodamin B (pewarna tekstil dan kertas)
6. Metanil Yellow (pewarna tekstil dan cat)
7. Formalin (pengawet non makanan dan disinfektan)
8. Boraks (pengawet non makanan dan pestisida)
9. Natamysin (pengawet)
10. Kalium asetat (pengawet)
11. Butil Hidroksi Anisol (BHA)
Zat-zat berbahaya ini dapat menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh, mulai dari yang ringan seperti mual, muntah, diare, hingga menyebabkan kerusakan pada sistem pencernaan, hati, jantung, otak, limpa, sistem saraf pusat, bahkan dapat memicu kanker.
Melihat banyaknya bahaya dari jajanan anak di sekolah, tentunya kita sebagai orang tua tidak mau meracuni anak kita dengan zat-zat berbahaya. Ada baiknya mulai bekali anak makanan dari rumah, yang kita buat sendiri yang tentu saja lebih sehat dan higienis. .
Kalau anak merasa bosan dengan bekal yang itu-itu saja, kita bisa buat kreasi makanan yang menarik buat anak atau mencari ide dengan mencari resep-resep lain yang menyuguhkan aneka kreasi jajanan. Karena seperti halnya jajanan sekolah yang dibuat menarik dengan warna-warna yang mencolok, maka saat kita buat bekal anak diusahakan dibuat menarik juga dan tidak membosankan.
Tetapi ada baiknya anak-anak juga diberi pengertian mengenai bahaya jajanan di sekolah, jadi mereka tidak jajan sembarangan lagi. Nah, kalau jajan versus bekal, ya harus bekal dong yang menang.
(By : Marchi, 28 Maret 2011)
Langganan:
Postingan (Atom)
